Makam Menjadi Istana
Pada suatu hari, Haidar bermimpi bertemu dengan Tufail, sahabatnya yang sudah meninggal dunia. Ia bermimpi bahwa Tufail ini telah mendapat istana di alam kuburnya. Menurut istrinya, semasa hidup, suaminya istikamah memelihara anak yatim dan bersedekah. Tufail, sahabat Haidar ini sangat gemar bersedekah dan memelihara anak yatim piatu. Tufail juga dikenal sebagai orang kaya yang suka menolong tetangganya, serta tekun beribadah. Namun suatu saat, ia meninggal dunia dengan cepat, dan meninggalnya setelah shalat Ashar. Tepat di hari yang ke tiga puluh setelah Tufail wafat, haidar bermimpi, ia datang ke suatu tempat yang sangat indah. Dia berjalan di suatu lorong yang sangat panjang, dan di dalam lorong itu dia menemukan berbagai macam tempat yang indah. Lorong itu bagaikan istana yang terbuat dari emas. Sayang sekali, baru beberapa saat dia berjalan, ia terbangun dari tidurnya, "Wah, indah sekali lorong itu, istana apakah itu? Aku belum pernah melihat lorong sebagus itu sebelumnya,...